Senja kali ini berbeda
Lebih cepat menguning lunglai
Matahari begitu cepat memasuki kaki pintu langit barat
Senja-pun tergesa turun
Di pinggiran desa, seraut wajah ibu mengkerut
Harga tahu naik, tak mau kalah dengan bungkus plastinya
Harga telur tak mau kalah, bahkan ikan menaiki aquarium mengikuti plastik wadahnya
Rupiah mulai menggelepar bagai ikan terdampar di pantai pasir
Tapi kata Pak Lurah , seluruh warga desa bahagia karena dipasok makanan gratis, bergizi pula

Ditambahi pesan kebersamaan, agar pekan-pekan dan bulan-bulan di depannya diminta waspada
Dunia sedang bergolak meruntuhkan pasokan kebutuhan hidup warga
Tentara disebar di pusat kota, pelabuhan laut dan bandara
Pabrik dan toko besar dijaga
Kata-kata patriotik dinarasikan
Kata-kata kudeta, keadilan, kemanusiaan disembunyikan Keruntuhan ekonomi disembunyikan, meski kian mendekati
Hingga kata-kata
Mendekati senja
memasuki kehampaan makna
Jsp, 12 Maret 2026


