JAKARTAMU.COM | Warga Iran menggelar aksi di berbagai kota pada Senin untuk menyatakan dukungan kepada Pemimpin Revolusi Islam yang baru dilantik, Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei. Demonstrasi berlangsung di Teheran dan sejumlah kota besar lain beberapa jam setelah Majelis Pakar Iran menetapkan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi ketiga Republik Islam Iran.
Di ibu kota Teheran, massa berkumpul di Lapangan Enqelab sambil mengibarkan bendera nasional Iran dan meneriakkan slogan politik yang mengecam Amerika Serikat dan Israel. Aksi serupa juga berlangsung di kota Shiraz, Kerman, Ahvaz, Tabriz, Hamedan, dan Ardabil.
Sejumlah peserta aksi menyatakan kedatangan mereka bertujuan menegaskan kesetiaan kepada pemimpin baru serta dukungan terhadap arah politik negara.
“Kami kehilangan pemimpin yang memimpin bangsa ini melawan kekuatan arogan dunia. Lukanya sangat dalam, tetapi kami melihat jaminan pada pemimpin baru yang akan melanjutkan misi tersebut,” kata seorang peserta aksi di Teheran kepada Press TV.

Baca juga: Ayatollah Mojtaba Khamenei, Ahli Fikih Lulusan Seminari Qom yang Bikin AS Makin Gerah

Para demonstran juga menyampaikan dukungan kepada angkatan bersenjata Iran yang melancarkan operasi balasan terhadap Israel dan pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Mereka menilai serangan tersebut sebagai respons atas kematian sejumlah tokoh militer dan warga sipil Iran.
Sebagian peserta aksi menyinggung korban sipil yang tewas dalam serangan militer yang terjadi beberapa hari terakhir, termasuk ratusan warga sipil dan anak-anak sekolah di Iran selatan.
Penetapan Ayatollah Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin baru diumumkan setelah Majelis Pakar Iran—lembaga beranggotakan 88 ulama—menggelar sidang dan memilihnya sebagai penerus kepemimpinan negara. Mojtaba Khamenei yang berusia 56 tahun menggantikan ayahnya, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei.
Baca juga: Tewaskan 165 Orang, Serangan Rudal AS-Israel ke Sekolah Putri Iran Sangat Mungkin Disengaja
Ayatollah Ali Khamenei meninggal dalam pembunuhan oleh Israel melalui udara yang menghantam kantornya di Teheran pada 28 Februari, bertepatan dengan hari pertama operasi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Sejak kematian pemimpin sebelumnya, Iran dipimpin oleh dewan kepemimpinan sementara yang beranggotakan tiga orang hingga Majelis Pakar menetapkan pemimpin baru pada Minggu malam.
Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran menargetkan sejumlah fasilitas di berbagai wilayah negara itu. Otoritas Iran melaporkan sedikitnya 1.332 orang tewas akibat serangan tersebut.
Sebagai respons, Iran meluncurkan beberapa gelombang serangan rudal dan drone yang diarahkan ke wilayah Israel serta sejumlah aset militer Amerika Serikat di negara-negara kawasan.


