Rudal AS-Israel Sasar Rumah Sakit dan Sekolah, Iran Desak Solidaritas Internasional

Must Read

JAKARTAMU.COM | Pemerintah Iran menyerukan solidaritas internasional setelah sejumlah rumah sakit dan sekolah di Teheran rusak akibat serangan udara Amerika Serikat dan Israel. Iran mengklaim rudal AS-Israel menghantam titik-titik sipil, bukan militer.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, pada Senin (2/3/3036) menyatakan serangan tersebut menyasar area sipil. “Mereka terus menyerang daerah pemukiman tanpa pandang bulu, termasuk rumah sakit, sekolah, fasilitas Bulan Sabit Merah, dan monumen budaya,” ujarnya, sebagaimana laporan Al Jazeera.

Laporan resmi pemerintah Iran, rekaman di media sosial, serta pelacakan lokasi oleh Al Jazeera menunjukkan sejumlah pusat medis di Teheran mengalami kerusakan. Beberapa rumah sakit dievakuasi, meski hingga kini belum ada konfirmasi mengenai serangan langsung yang secara spesifik menargetkan fasilitas kesehatan.

Baca juga: Muhammadiyah Kecam Serangan ke Iran, Desak PBB Sanksi AS dan Israel

Milad 117 H Muhammadiyah

Video media pemerintah memperlihatkan kerusakan signifikan di area sekitar Rumah Sakit Gandhi di Teheran utara setelah sebuah proyektil menghantam kawasan terdekat. Mohammad Raeiszadeh, Kepala Dewan Medis Iran, mengatakan departemen fertilisasi in vitro hancur bersama peralatannya.

“Kami terpaksa memindahkan sel dan embrio untuk menyelamatkannya,” katanya kepada media pemerintah. Rekaman juga menunjukkan seorang bayi dipindahkan oleh perawat pada Minggu (1/3/2026) malam.

Kerusakan di sekitar rumah sakit tersebut terjadi setelah militer Israel menyerang bangunan yang menampung stasiun televisi pemerintah Iran, Channel 2, beserta antena komunikasinya. Siaran televisi sempat terhenti beberapa menit. Pihak televisi mengonfirmasi bahwa bom menghantam beberapa departemen, tanpa merinci dampaknya.

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyebut laporan kerusakan fasilitas kesehatan itu “sangat mengkhawatirkan” dan menyatakan WHO tengah berupaya memverifikasi informasi yang beredar.

Baca juga: Timur Tengah Kutuk Iran, Eropa Terbelah: Perang Dunia di Depan Mata?

Targetkan Ahmadinejad

Serangan terpisah pada Minggu juga berdampak pada area dekat markas Bulan Sabit Merah Iran di sekitar Rumah Sakit Khatam al-Anbiya. Rekaman daring memperlihatkan asap tebal dan puing-puing berserakan. Bulan Sabit Merah menyatakan Presiden Komite Palang Merah Internasional (ICRC), Mirjana Spoljaric, mengunjungi lokasi fasilitas medis yang rusak pada Senin dan mengecam setiap serangan yang memengaruhi pusat kemanusiaan.

Rumah Sakit Khatam al-Anbiya, Rumah Sakit Motahari yang khusus menangani korban luka bakar, serta Rumah Sakit Valiasr mengalami kerusakan atau harus memindahkan pasien demi keselamatan.

Serangan udara lain di Lapangan 72, kawasan Narmak, Teheran timur, merusak sebuah sekolah menengah atas. Pihak berwenang Iran melaporkan sedikitnya dua anak tewas. Menurut media lokal, ada dugaan sasaran serangan itu terkait dengan keberadaan Mahmoud Ahmadinejad, mantan presiden Iran, meski belum ada kejelasan apakah ia berada di lokasi atau mengalami luka.

Situasi di Teheran dan sejumlah wilayah lain masih tegang, dengan laporan serangan dan balasan yang terus berlangsung.

Fasilitas Nuklir Iran Dibombardir Lagi

Reza Najafi, duta besar Iran untuk Badan Energi Atom Internasional (IAEA), badan pengawas nuklir PBB, mengatakan kepada wartawan bahwa serangan udara AS-Israel telah menargetkan situs pengayaan nuklir Natanz di Iran pada hari Minggu.

“Alasan mereka bahwa Iran ingin mengembangkan senjata nuklir hanyalah kebohongan besar,” kata Najafi, seraya menggambarkan fasilitas tersebut sebagai “damai”.

Israel dan AS belum mengeluarkan pernyataan apa pun yang mengkonfirmasi serangan di lokasi tersebut, yang pernah dibom AS selama perang 12 hari antara Iran dan Israel pada bulan Juni.

Tohid Asadi dari Al Jazeera, yang melaporkan dari ibu kota Iran, mengatakan bahwa ada kekhawatiran yang semakin meningkat atas jumlah korban jiwa sipil yang terus bertambah.

“Ini menunjukkan luasnya serangan terhadap Iran, dengan penggerebekan yang menargetkan bukan hanya pusat-pusat politik dan markas militer,” katanya. “Kita menyaksikan kerusakan pada bangunan sipil, dengan beberapa di antaranya hancur total dalam beberapa kasus. Dan ini mengkhawatirkan karena jumlah korban jiwa di kalangan warga sipil terus meningkat.”

Serangan Pesawat Nirawak di Gaza Tengah Tewaskan Dua Warga

JAKARTAMU.COM | ​Korban jiwa di jalur Gaza kembali berjatuhan. Sedikitnya dua warga Palestina dilaporkan tewas dan empat lainnya mengalami...

More Articles Like This