Saat Dunia Fokus Iran, Kekerasan Israel di Gaza Merajalela

Must Read

JAKARTAMU.COM | Seorang bocah laki-laki Palestina dilaporkan tewas akibat tembakan militer Israel di wilayah Jalur Gaza, Selasa (24/3/2026). Laporan koresponden WAFA menyebutkan, Khaled Saif al-Din Arada, bocah berusia 13 tahun tersebut ditembak di dalam tenda pengungsian kawasan Al-Mawasi, Khan Younis, lokasi yang sebelumnya dianggap sebagai zona aman bagi ribuan warga di selatan Gaza.

​Penembakan serupa juga dilaporkan terjadi di wilayah Rafah. Tiga warga Palestina mengalami luka-luka setelah kendaraan militer Israel melepaskan tembakan di wilayah Al-Mawasi, Rafah. Salah satu korban luka diketahui merupakan seorang gadis remaja berusia 17 tahun.

​Gelombang kekerasan pada hari Selasa itu tidak hanya terkonsentrasi di selatan. Di utara Gaza, tepatnya di kawasan Al-Faluja, Jabalia, tiga warga lainnya juga dilaporkan terluka akibat tembakan. Sementara itu, di bagian tengah Jalur Gaza, satu orang terluka di dekat stasiun Abu Asi, kamp pengungsi Bureij.

​Laporan medis terkini menggambarkan situasi yang kian mencekam. Sejak eskalasi konflik pecah pada 7 Oktober 2023, sumber-sumber medis di Gaza menyatakan bahwa jumlah korban tewas kumulatif telah menyentuh angka 72.263 jiwa. Sementara itu, jumlah korban luka-luka diperkirakan mencapai 171.948 orang.

Milad 117 H Muhammadiyah

Sumber yang sama menambahkan bahwa sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 11 Oktober tahun lalu, 687 orang telah tewas dan 1.849 lainnya terluka, selain 756 mayat yang ditemukan dari bawah reruntuhan.

​Data tersebut cerminan kehancuran sosial dan penderitaan fisik yang dialami penduduk sipil. Banyak dari korban adalah anak-anak dan perempuan yang terjebak di tengah konflik yang berkepanjangan tanpa akses yang memadai menuju fasilitas kesehatan atau perlindungan yang layak.

Upaya Diplomasi

​Di sisi lain, tekanan internasional terus meningkat agar gencatan senjata segera benar-benar dilakukan. Namun, di lapangan, kenyataan berbicara lain. Suara tembakan dan dentuman ledakan masih menjadi latar belakang keseharian warga Gaza.

​Bagi keluarga Khaled Saif al-Din Arada, perlindungan berupa tenda plastik ternyata tidak cukup kuat untuk menghalau laju peluru. Kematian Khaled di Khan Younis menjadi pengingat pahit bahwa di Gaza saat ini, tidak ada satu pun sudut yang benar-benar bisa disebut sebagai tempat bernaung yang aman.

Serangan Pesawat Nirawak di Gaza Tengah Tewaskan Dua Warga

JAKARTAMU.COM | ​Korban jiwa di jalur Gaza kembali berjatuhan. Sedikitnya dua warga Palestina dilaporkan tewas dan empat lainnya mengalami...

More Articles Like This