Tak Lama Lagi Pengguna Gmail Bisa Ganti Username Tanpa Buat Akun Baru

Must Read

GOOGLE tengah menguji perubahan penting pada layanan Gmail dengan membuka opsi penggantian username alamat e-mail tanpa harus membuat akun baru. Jika kebijakan ini resmi dirilis, pengguna tidak lagi dipaksa meninggalkan akun lama hanya karena ingin mengganti nama alamat e-mail.

Selama ini, bagian nama sebelum “@gmail.com” bersifat permanen. Perubahan hanya bisa dilakukan dengan membuat akun baru, yang berarti memindahkan data, mengatur ulang langganan, dan menyesuaikan berbagai layanan Google lain. Pola tersebut kini mulai ditinggalkan.

Informasi uji coba ini pertama kali terungkap dari pembaruan dokumentasi dukungan resmi Google India yang tidak diumumkan secara terbuka, lalu dilaporkan oleh Digital Trends. Dalam skema uji terbatas tersebut, pengguna tertentu dapat mengganti username Gmail melalui menu pengaturan Akun Google (My Account), bukan langsung dari aplikasi Gmail.

Sebagai ilustrasi, alamat email “[email protected]” dapat diubah menjadi “[email protected]” tanpa perlu membuat akun baru. Perubahan hanya terjadi pada nama alamat e-mail, sementara akun Google yang digunakan tetap sama.

Milad 117 H Muhammadiyah

Baca juga: Nadiem Makarim Tersangka Korupsi Chromebook Rp1,98 Triliun, Ditahan di Rutan Salemba

Google memastikan pergantian username ini tidak menghapus atau memengaruhi data pengguna. Seluruh e-mail lama, file di Google Drive, foto di Google Photos, serta langganan layanan Google tetap tersimpan dan dapat diakses seperti biasa.

“Perubahan nama alamat Gmail tidak menghapus konten atau layanan yang terhubung dengan akun Google,” demikian keterangan Google dalam dokumentasi dukungannya.

Meski memberi fleksibilitas baru, Google tetap menerapkan sejumlah batasan. Domain alamat tidak bisa diubah selain “@gmail.com”, dan username baru harus benar-benar tersedia. Setiap akun hanya diperbolehkan mengganti username maksimal tiga kali, sehingga satu akun Google hanya memiliki empat alamat Gmail sepanjang masa penggunaannya.

Alamat Gmail lama juga tidak langsung dinonaktifkan. Google akan menjadikannya sebagai alias, sehingga e-mail yang dikirim ke alamat lama tetap masuk ke inbox yang sama. Pengguna pun masih bisa masuk ke layanan Google—seperti YouTube, Google Maps, Google Drive, dan Google Play—menggunakan alamat lama maupun alamat baru.

Baca juga: Skandal Chromebook Rp9,9 Triliun bukan Sekadar Korupsi

Namun, ada pembatasan lanjutan yang perlu diperhatikan. Setelah mengganti username, pengguna tidak dapat membuat akun Google baru dengan alamat “@gmail.com” selama 12 bulan. Alamat e-mail baru juga tidak bisa dihapus dalam kurun waktu yang sama. Selain itu, alamat lama masih berpotensi muncul sementara di beberapa layanan, misalnya pada acara Google Calendar yang dibuat sebelum perubahan dilakukan.

Saat ini, fitur penggantian username Gmail tersebut masih berada pada tahap uji coba awal dan hanya tersedia bagi sebagian kecil pengguna di India. Google belum memberikan kepastian apakah fitur ini akan diluncurkan secara global atau hanya berhenti pada fase eksperimen.

Seperti dihimpun KompasTekno dari Digital Trends, Google menyebut fitur ini masih dalam pengembangan dan belum tersedia untuk seluruh pengguna Gmail di dunia. Jika nantinya dirilis secara luas, kebijakan ini berpotensi menjadi salah satu perubahan paling signifikan dalam sejarah Gmail, terutama dalam menjawab kebutuhan pengguna akan fleksibilitas identitas digital.

Perkuat Dakwah Urban, Muhammadiyah Jakarta Selatan Bangun Sinergi Strategis

JAKARTAMU.COM | Kolaborasi antarcabang dalam struktur organisasi menjadi kunci penting untuk memperluas dampak sosial dan keagamaan bagi masyarakat. Semangat...

More Articles Like This