Viva Yoga Minta PATRI Aktif Dampingi Pembangunan Kawasan Transmigrasi

Must Read

YOGYAKARTA, JAKARTAMU.COM | Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi mendorong Perhimpunan Anak Transmigrans Republik Indonesia (PATRI) mengambil peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan kawasan transmigrasi. Hal itu disampaikan Viva Yoga saat menutup Rapat Kerja Nasional (Rakernas) V PATRI di Yogyakarta, Jumat (7/2/2026).

Menurut Viva Yoga, PATRI memiliki posisi penting karena berangkat dari pengalaman langsung anak dan cucu transmigran. Organisasi yang berdiri pada 16 Februari 2004 itu dinilai memiliki modal sosial kuat untuk ikut memastikan program pembangunan kawasan berjalan efektif dan tepat sasaran.

“PATRI harus tumbuh sebagai organisasi modern yang memberi manfaat nyata bagi bangsa dan negara. Kehadiran PATRI bisa membantu pemerintah menjalankan program secara lebih lancar,” kata Viva Yoga.

Baca juga: Buah Manis Transmigrasi di Kuamang Kuning Jambi

Milad 117 H Muhammadiyah
Foto/istimewa

Rakernas V PATRI digelar di Gedung Balai Besar Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi (BBPPMT) Yogyakarta dengan tema Penguatan Peran PATRI dalam Mendukung Pembangunan Kawasan Transmigrasi yang Berkelanjutan. Kegiatan ini diikuti pengurus Dewan Pengurus Daerah PATRI dari berbagai provinsi.

Viva Yoga menegaskan, Kementerian Transmigrasi membuka ruang sinergi dengan PATRI dalam pengembangan kawasan transmigrasi. Kolaborasi akan efektif jika organisasi bergerak tertib, memiliki visi jangka panjang, mendorong inovasi, kreatif, serta mampu melakukan regenerasi kepemimpinan.

“Kami akan bersinergi dengan PATRI untuk mengembangkan kawasan transmigrasi,” ujarnya.

Kepada wartawan, Viva Yoga menjelaskan bahwa seluruh program Kementerian Transmigrasi dijalankan sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto melalui Asta Cita, terutama pembangunan dari desa untuk pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan. Fokus Kementrans diarahkan pada penguatan kawasan transmigrasi agar melahirkan potensi unggulan yang mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi, pendapatan masyarakat, dan penciptaan lapangan kerja.

Baca juga: Kementerian Transmigrasi Kantongi Rp1,9 Triliun di RAPBN 2026

Ia mengakui, target tersebut menuntut kerja lintas sektor. Kementerian Transmigrasi, kata dia, tidak dapat bergerak sendiri dan harus berkolaborasi dengan kementerian lain, badan usaha milik negara, pemerintah daerah, hingga pihak swasta.

Saat peserta rakernas menyampaikan sejumlah persoalan di kawasan transmigrasi, termasuk masalah pengairan sawah, Viva Yoga memastikan akan menindaklanjuti melalui koordinasi antarkementerian. “Untuk persoalan pengairan, kami akan berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian dan Kementerian Pekerjaan Umum,” katanya.

Viva Yoga juga mengungkapkan bahwa program transmigrasi saat ini mendapat respons besar dari pemerintah daerah. Tercatat, sebanyak 62 kabupaten mengajukan wilayahnya untuk dikembangkan sebagai kawasan transmigrasi. Ketertarikan tersebut muncul karena konsep transmigrasi kini diarahkan pada pembangunan kawasan ekonomi terpadu.

“Transmigrasi sekarang berorientasi pada pembangunan kawasan ekonomi, dengan berbagai aktivitas yang saling terintegrasi dan mendukung,” ujar Viva Yoga.

Serangan Pesawat Nirawak di Gaza Tengah Tewaskan Dua Warga

JAKARTAMU.COM | ​Korban jiwa di jalur Gaza kembali berjatuhan. Sedikitnya dua warga Palestina dilaporkan tewas dan empat lainnya mengalami...

More Articles Like This