100 Anak Muda Temui 4 Anggota DPRD, Menguji Kelayakan Hidup di Jakarta

Must Read

JAKARTAMU.COM | Lebih dari 100 anak muda Jakarta bertemu langsung dengan anggota DPRD DKI Jakarta dalam forum “Touchbase amé DPRD: Rempug Longok Dapur Kebijakan Kité” pada Sabtu (28/2/2026). Dialog yang digelar di Kopikina Cikini, Jakarta Pusat, itu membahas kelayakan hidup warga sekaligus membuka ruang tanya jawab mengenai peran DPRD dalam menentukan arah kebijakan daerah.

Kegiatan ini digagas Bijak Memantau, gerakan edukasi politik independen, sebagai ruang diskusi setara antara warga dan wakil rakyat. Istilah “touchbase”, yang lazim digunakan dalam budaya kerja profesional untuk menyamakan perspektif, dipilih untuk menandai pertemuan langsung tanpa sekat formalitas.

Forum tersebut mempertemukan warga kelas menengah urban dengan empat anggota DPRD dari Komisi E (Bidang Kesejahteraan Rakyat), yakni H. Ghozi Zulazmi, S.I.P. dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) daerah pemilihan (dapil) Jakarta IV, Elva Farhi Qolbina, S.Sos. dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dapil Jakarta I, Farah Savira dari Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar) dapil Jakarta VIII, serta Uwais El Qoroni dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dapil Jakarta X.

Ratusan anak muda di Jakarta menghadiri forum “Touchbase amé DPRD: Rempug Longok Dapur Kebijakan Kité”, Sabtu (28/2/2026). Foto/dok.bijakmemantau

Baca juga: BK Award 2025 DPRD DKI Jakarta Buka Donasi untuk Bencana Sumatera

Milad 117 H Muhammadiyah

Diskusi berfokus pada isu pelayanan dasar yang menjadi perhatian warga muda Jakarta, mulai dari pendidikan, kesehatan, tata ruang, hingga transportasi publik. Data Praksis (2025) menunjukkan 38 persen populasi Jakarta adalah anak muda, dan 65 persen di antaranya menyatakan peduli pada isu politik. Namun, sebagian besar masih merasa jauh dari proses penyusunan kebijakan publik.

DPRD memiliki kewenangan membahas dan menyetujui alokasi anggaran serta membentuk peraturan daerah yang menentukan arah pembangunan. Karena itu, dialog langsung dinilai penting agar warga memahami bagaimana kebijakan dan anggaran daerah disusun sekaligus diawasi.

Salah satu sesi interaktif bertajuk “Red Flag/Green Flag: Rate and Review Hidup di Jakarta” menguji sikap para anggota DPRD terhadap berbagai persoalan mendasar. Mereka diminta mengangkat bendera hijau untuk menyatakan setuju atau bendera merah untuk tidak setuju atas sejumlah pernyataan, lalu menjelaskan alasan di balik pilihannya. Publik dapat melihat secara terbuka argumentasi dan posisi politik masing-masing wakil rakyat terkait kualitas layanan pendidikan, jaminan kesehatan, kebijakan sosial, tata ruang, hingga transportasi.

Baca juga: Ketua Fraksi PAN DPRD DKI Jakarta Pantau Proyek Jalan dan Air Bersih di Palmerah

Efraim Leonard dari Sekretariat Bijak Memantau mengatakan forum ini dirancang sebagai alternatif ruang dialog pada masa reses DPRD. Menurut dia, banyak orang muda urban Jakarta belum sepenuhnya mengenal peran DPRD. Padahal keputusan dan pengawasan di level ini sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, mulai dari kualitas jalan, transportasi publik, sampai pelayanan dasar lainnya.

“Touchbase kami desain di tingkat DPRD karena di sinilah aspirasi warga bisa diterjemahkan menjadi pengawasan kebijakan dan anggaran. Warga punya perwakilan di daerah pemilihannya yang bertugas memastikan kebijakan berjalan dengan baik dan membuka ruang dialog dengan masyarakat,” ujarnya.

Menurut panitia, forum ini juga menjadi bagian dari kampanye agar warga tetap mengawal proses kebijakan setelah pemilihan umum usai. Peserta diajak mengenal perwakilannya, memahami mekanisme kerja DPRD, serta menyampaikan aspirasi secara langsung dan berkelanjutan.

Pada akhir kegiatan, para anggota DPRD menyatakan akan membawa poin-poin diskusi ke agenda pembahasan di komisi masing-masing. Isu yang akan dikawal antara lain penguatan kebijakan pelayanan dasar dan pengawasan alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) agar lebih tepat sasaran sesuai kebutuhan warga Jakarta.

ISKI Ingatkan AI Dapat Mengaburkan Informasi, Kepercayaan Publik Terancam

JAKARTAMU.COM | Perkembangan kecerdasan buatan (AI) dinilai membuat batas antara informasi benar dan palsu semakin sulit dibedakan. Kondisi itu...

More Articles Like This