Antusiasme Ibu-Ibu Aisyiyah Belajar Mengurangi Plastik Sekali Pakai

Must Read

YOGYAKARTA, JAKARTAMU.COM | Sampah plastik makin menjadi persoalan serius. Volume sampah yang menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) kian sulit ditangani karena sebagian besar bercampur antara organik dan anorganik. Kondisi ini diperparah oleh kebiasaan penggunaan kantong plastik dalam aktivitas sehari-hari, terutama di pasar tradisional.

Situasi tersebut menuntut langkah nyata agar masyarakat terbiasa menggunakan wadah ramah lingkungan. Pasar tradisional menjadi salah satu titik penting perubahan, mengingat tingginya interaksi jual beli yang hampir selalu melibatkan kantong plastik. Dari sinilah lahir gagasan pengurangan plastik sekali pakai di Pasar Demangan, Yogyakarta dari Aisyiyah.

Baca juga: Workshop Islam dan Lingkungan Dorong Aksi Nyata untuk Keadilan Energi

Minggu (14/9/2025), sebanyak 60 orang anggota Ranting ‘Aisyiyah se-Cabang Gondokusuman bersama warga sekitar mengikuti kegiatan peningkatan keterampilan pengurangan plastik sekali pakai di SD Muhammadiyah Demangan. Ini merupakan bagian dari program Pasar Tradisional Bebas Plastik melalui Pendekatan Keagamaan untuk Mewujudkan Pelestarian Lingkungan yang digagas Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) PP ‘Aisyiyah bersama Lazismu Pusat.

Milad 117 H Muhammadiyah

Ketua LLHPB PP ’Aisyiyah, Rahmawati Husein, menjelaskan kegiatan ini diarahkan untuk mendorong perubahan perilaku pengunjung dan pedagang pasar. “Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong upaya perubahan perilaku dari pengunjung dan pedagang pasar tradisional untuk mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai,” ujarnya.

Para peserta berdiskusi dan memaparkan hasilnya dengan semangat. Foto: aisyiyah/ ahmad maulidurrohman Foto:

Ia menyebut program ini bagian dari gerakan Green ‘Aisyiyah, dengan harapan menjadi langkah berkelanjutan. “Dengan semangat ‘Pasarku Tempat Ibadahku’, di pasar pun kita beribadah untuk menjaga lingkungan,” katanya.

Ketua PDA Kota Yogyakarta, Rowiyah, menambahkan bahwa situasi darurat sampah di kota ini masih berlangsung. “Kota Yogyakarta sendiri beberapa tahun ke belakang dan sampai saat ini masih mengalami darurat sampah, baik itu sampah organik rumah tangga maupun sampah non organik seperti plastik,” ungkapnya. 

Baca juga : PP Aisyiyah Gelar Baitul Arqam, Perkuat Kaderisasi dan Kepemimpinan Organisasi

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber, yakni Erwan Widyarto dari ICMI Orwil DIY dan Intan Mustikasari dari LLHPB PP ‘Aisyiyah. Erwan mengingatkan bahwa saat ini Indonesia dan dunia benar-benar menghadapi darurat sampah plastik. Ia menyinggung tragedi TPA Leuwigajah tahun 2005 yang menelan korban jiwa sebagai contoh nyata risiko penumpukan sampah. 

”Ini terjadi akibat egoisme masyarakat sendiri yang masih enggan memilah sampah dan membiarkannya menyatu dengan timbunan sampah lain,” kata dia. 

Sementara itu, Intan mengajak para pemuka agama dan tokoh masyarakat menyampaikan pesan kelestarian lingkungan dengan pendekatan keagamaan. Dia juga mendorong peserta untuk merumuskan strategi diet plastik. 

“Kerap kita temukan masyarakat masih menggunakan plastik sekali pakai saat berbelanja di pasar. Kondisi ini perlu menjadi perhatian bersama untuk mengajak pembeli maupun pedagang beralih ke tas belanja ramah lingkungan serta wadah yang dapat digunakan berulang,” ujarnya. 

Sebanyak 60 orang hadir dalam kegiatan ini, terdiri dari pengurus Aisyiyah tingkat cabang, ranting, serta ibu-ibu sekitar Pasar Demangan. Acara berlangsung sejak siang hingga sore.

Perkuat Dakwah Urban, Muhammadiyah Jakarta Selatan Bangun Sinergi Strategis

JAKARTAMU.COM | Kolaborasi antarcabang dalam struktur organisasi menjadi kunci penting untuk memperluas dampak sosial dan keagamaan bagi masyarakat. Semangat...

More Articles Like This