JAKARTAMU.COM | Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Cirendeu periode 2025-2026 secara resmi dikukuhkan. Prosesi pengukuhan dilakukan di Aula FAI Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Kamis (19/2/2026). Kepemimpinan baru IMM ini diharapkan membawa semangat perubahan melalui kolaborasi gagasan dan aksi nyata di tengah tantangan zaman yang kian kompleks.
Acara pengukuhan yang mengusung tema “Kolaborasi Kepemimpinan: Bersatu Dalam Gagasan, Bergerak Dalam Aksi” ini menjadi momentum krusial bagi para kader. Prosesi pengambilan ikrar dipandu langsung oleh Mujiono dari Bidang Hikmah DPD IMM DKI Jakarta, menandai penyerahan mandat resmi kepada kepengurusan baru.
Dalam sambutan perpisahannya, Ketua IMM Cabang Cirendeu periode 2024-2025, Firman Mahmudi, menyampaikan apresiasi atas dedikasi seluruh kader selama setahun terakhir. Ia menekankan bahwa keberlanjutan organisasi sangat bergantung pada bagaimana nilai-nilai perjuangan dirawat oleh generasi penerus.
Gayung bersambut, Ketua IMM Cabang Cirendeu periode 2025-2026 yang baru saja dilantik, Difa Darussalam Alatif, menyatakan kesiapannya untuk membawa organisasi melampaui batas-batas konvensional.

“Kami berkomitmen menjadikan IMM Cirendeu sebagai wadah yang inklusif bagi ide-ide progresif, di mana setiap gagasan tidak hanya berhenti di atas kertas, tetapi mewujud dalam aksi kolaboratif,” ujarnya.
Dukungan Akademik dan Persyarikatan
Wakil Rektor 1 Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Prof. Dr. Muhammad Hadi, S.K.M., M.Kep, yang turut hadir, memberikan catatan penting mengenai peran mahasiswa sebagai intelektual organik. Menurutnya, sinergi antara prestasi akademik dan aktivisme organisasi harus berjalan beriringan guna mencetak pemimpin masa depan yang tangguh.
Senada dengan hal tersebut, Ketua IMM DKI Jakarta, Muhammad Lutfiadi, MH, mengingatkan agar pengurus baru tetap menjaga marwah organisasi di tengah dinamika sosial-politik. “IMM bukan sekadar organisasi mahasiswa, tetapi gerakan dakwah yang harus mampu menjawab tantangan sosial dan politik,” katanya.
Dukungan juga datang dari struktur persyarikatan. Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jakarta Selatan, H. Fadhli Arsil, S.Kom, M.Si, berpesan agar IMM Cirendeu terus menjadi motor penggerak dakwah di lingkungan kampus dan masyarakat luas. Kepemimpinan mahasiswa, menurutnya, tidak boleh tercerabut dari akar nilai-nilai keadilan dan keberanian.
Acara ini juga diperkaya dengan sesi Keynote Speech oleh Dr. Muhammad Sofyan. Dalam paparannya, ia menyoroti pentingnya adaptabilitas kepemimpinan di era disrupsi. Ia menekankan bahwa kolaborasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan untuk memastikan gagasan besar organisasi memiliki dampak yang luas.
Pengukuhan ini bukan sekadar seremoni pergantian wajah, melainkan manifestasi dari semangat fastabiqul khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan). Dengan visi “Bersatu dalam Gagasan, Bergerak dalam Aksi”, IMM Cabang Cirendeu 2025-2026 diharapkan mampu menjadi oase pemikiran dan gerakan yang solutif bagi persoalan umat dan bangsa.


