Ketika Rudal Iran yang Tak Terdeteksi Mendarat di Pusat Operasi AS

Must Read

JAKARTAMU.COM | Minggu (1/3/2026) pagi waktu Kuwait berjalan seperti biasa di kawasan Pelabuhan Shuaiba. Aktivitas sipil dan militer berkelindan di salah satu simpul logistik penting itu. Namun beberapa saat setelah pukul 09.00, sebuah proyektil menghantam pusat operasi darurat Amerika Serikat (AS) yang berdiri di area pelabuhan sipil tersebut—tanpa sirene, tanpa peringatan.

Seorang anggota militer AS tewas seketika. Ia menjadi korban pertama dalam konflik terbuka antara AS dan Iran yang dimulai sehari sebelumnya. Informasi itu disampaikan sumber yang mengetahui situasi tersebut kepada CNN.

Jumlah korban kemudian bertambah. Pada Senin sore, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengumumkan total enam anggota militer tewas setelah dua jenazah tambahan ditemukan di lokasi serangan. Sebelumnya, CENTCOM hanya menyebut tiga korban tanpa mengungkap lokasi kejadian.

Baca juga: Tewaskan 165 Orang, Serangan Rudal AS-Israel ke Sekolah Putri Iran Sangat Mungkin Disengaja

Milad 117 H Muhammadiyah

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menjelaskan, serangan itu mengenai “pusat operasi taktis yang telah dibentengi”, tetapi ada “satu” proyektil yang berhasil menembus pertahanan udara. CNN sebelumnya melaporkan bahwa peristiwa tersebut diduga merupakan serangan pesawat tak berawak.

Sumber yang mengetahui kejadian tersebut menggambarkan bangunan yang menjadi sasaran sebagai trailer tiga lebar dengan ruang-ruang kantor di dalamnya. Proyektil menghantam bagian tengah bangunan. Ledakan datang begitu cepat. Tidak ada alarm yang meraung, tidak ada instruksi untuk segera berlindung ke bunker.

Beberapa jam setelah ledakan, api masih membara di sejumlah sudut bangunan. Bagian dalam pusat operasi darurat itu menghitam. Dinding-dindingnya runtuh. Sebagian struktur terkelupas akibat tekanan ledakan.

Citra satelit yang diambil Minggu pagi memperlihatkan satu bangunan di pelabuhan terbakar, asap hitam membubung ke langit. Perbandingan gambar sebelum dan sesudah kejadian menunjukkan perubahan mencolok di titik yang sama.

Di lokasi tersebut terdapat puluhan personel saat serangan terjadi. Proses evakuasi berlangsung lambat karena api belum sepenuhnya padam. Seorang anggota militer yang kemudian dinyatakan tewas sempat dinyatakan hilang sebelum akhirnya ditemukan setelah situasi lebih terkendali.

Baca juga: Rudal AS-Israel Sasar Rumah Sakit dan Sekolah, Iran Desak Solidaritas Internasional

Dalam siaran pers Senin, CENTCOM menyebut fasilitas itu diserang “selama serangan awal Iran”. Militer AS belum mengidentifikasi para korban karena keluarga mereka masih dalam proses pemberitahuan. Pernyataan resmi menyebut pasukan AS “baru-baru ini menemukan jenazah dua anggota militer yang sebelumnya hilang” dari fasilitas yang terkena serangan.

Para prajurit yang gugur bertugas di Komando Dukungan Logistik Teater ke-1, markas besar mandiri yang berbasis di Fort Knox, Kentucky. Unit tersebut diperkuat personel dari berbagai satuan dalam negeri dalam penugasan rotasi sembilan bulan untuk mendukung operasi di kawasan.

Enam korban jiwa tentara AS ini menjadi catatan awal dari Operasi Epic Fury. Hegseth dan Presiden Donald Trump sama-sama menyatakan kemungkinan bertambahnya korban dalam operasi militer melawan Iran. Seorang juru bicara CENTCOM mengatakan, hingga Senin (2/3/2026), 18 tentara mengalami luka parah selama operasi militer AS berlangsung.

Sumber: CNN

ISKI Ingatkan AI Dapat Mengaburkan Informasi, Kepercayaan Publik Terancam

JAKARTAMU.COM | Perkembangan kecerdasan buatan (AI) dinilai membuat batas antara informasi benar dan palsu semakin sulit dibedakan. Kondisi itu...

More Articles Like This