Muhammadiyah Siapkan 1.000 Relawan Psikososial untuk Korban Banjir Sumatera

Must Read

JAKARTAMU.COM | Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyiapkan para relawan psikososial untuk mendampingi korban banjir di Pulau Sumatera. Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) PP Muhammadiyah yang mendapat amanah sebagai penanggung jawab layanan psikososial, menyiapkan 1.000 relawan. Mereka tergabung dalam Korps Relawan Sosial Muhammadiyah (Kawanmu).

Sedianya mereka mulai dijadwalkan bertugas pada awal 2026. Untuk itu, sebagai langkah awal MPKS memberikan pembekalan intensif kepada ratusan relawan tahap pertama. Pembekalan dilaksanakan bersamadengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Kementerian Sosial yang dilaksanakan dalam dua tahap. 

Pembekalan Tahap I dilaksanakan pada 16–18 Desember 2025 di Jakarta dan dilanjutkan pada 19–21 Desember 2025 di Kota Malang, dengan melibatkan 300 relawan dari berbagai daerah.

Baca juga: Hadir Formasi Lengkap, MPKS PWM DKI Jakarta Sampaikan 4 Prioritas dalam Rakernas Aumsos 2025

Milad 117 H Muhammadiyah

Ketua MPKS PP Muhammadiyah, Dr. Mariman Darto, S.E., M.Si., menegaskan bahwa relawan memegang peran penting pada fase pascabencana. “Relawan harus mampu merespons situasi kebencanaan dengan cepat dan tepat, karena setiap relawan membawa serta nama besar Muhammadiyah dalam setiap tugas kemanusiaan yang dijalankan,” ujarnya saat membuka pembekalan di Jakarta, Selasa (16/12/2025).

Ketua MPKS PP Muhammadiyah, Dr. Mariman Darto, S.E., M.Si. membuka pembekalan di Jakarta, Selasa (16/12/2025). Foto/dok.mpks

“Kehadiran relawan bukan hanya untuk membantu secara fisik, tetapi juga untuk memulihkan harapan, ketenangan, dan semangat para penyintas, khususnya anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas,” lanjut dia.

Ia menjelaskan, bencana kerap memicu tekanan psikologis seperti kecemasan, depresi, hingga gangguan stres. Karena itu, MPKS memastikan relawan yang diturunkan memiliki kemampuan untuk menjadi pembimbing dan motivator bagi para penyintas. Pada fase rehabilitasi pascabencana, MPKS mengambil peran strategis dengan mengerahkan 1.000 relawan yang jumlahnya terus bertambah.

Baca juga: LBH AP Muhammadiyah Siapkan Class Action: Negara Berkontribusi pada Bencana Ekologi Sumatera

Sebelum mengikuti pembekalan, para relawan telah melalui asesmen kesehatan dan penilaian kemampuan berinteraksi dengan penyintas. Materi pembekalan disusun sesuai kebutuhan lapangan dan disampaikan oleh narasumber yang berpengalaman.

Ketua Tim Rehabilitasi Kebencanaan MPKS PP Muhammadiyah sekaligus Ketua Satgas Relawan KawanMu, M. Arif An, menyatakan MPKS telah membentuk Tim Rehabilitasi Kebencanaan dan Relawan KawanMu sebagai pelaksana teknis kegiatan. Materi yang diberikan mencakup Life Development Program (LDP) dan Psychological First Aid (PFA), termasuk konseling, bermain dan mendongeng, pertolongan psikologis pertama, hingga hipnoterapi.

Narasumber berasal dari MDMC, IHC, MPKS, serta perwakilan Kemendikdasmen dan Kementerian Sosial. Pemberangkatan relawan direncanakan mulai awal Januari 2026, seiring berakhirnya fase tanggap darurat dan masuk ke tahap rehabilitasi. Para peserta diharapkan siap diterjunkan kapan pun dibutuhkan untuk mendampingi masyarakat terdampak bencana di berbagai wilayah Indonesia.

Serangan Pesawat Nirawak di Gaza Tengah Tewaskan Dua Warga

JAKARTAMU.COM | ​Korban jiwa di jalur Gaza kembali berjatuhan. Sedikitnya dua warga Palestina dilaporkan tewas dan empat lainnya mengalami...

More Articles Like This