JAKARTAMU.COM | Federasi Serikat Pekerja (FSP) ASPEK Indonesia menyambut positif indikasi kuat dari pemerintah terkait kemungkinan masuknya Presiden Partai Buruh sekaligus Presiden KSPI, Said Iqbal, ke dalam Kabinet Merah Putih. Isyarat tersebut sebelumnya disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, yang menyebut bahwa penugasan Said Iqbal sedang dalam pembahasan dan berpotensi berkaitan dengan sektor ketenagakerjaan, bidang yang selama ini menjadi fokus perjuangannya.
Presiden FSP ASPEK Indonesia, Abdul Gofur, menilai wacana tersebut sebagai sinyal positif sekaligus bentuk nyata keterbukaan pemerintah dalam memberikan ruang representasi yang lebih besar bagi kelompok pekerja dalam proses perumusan kebijakan nasional.
“Apabila benar Saudara Said Iqbal diberikan amanah untuk bergabung dalam Kabinet Merah Putih, maka hal tersebut merupakan bukti bahwa Presiden Prabowo mendengar aspirasi kaum buruh dan memberikan kesempatan kepada tokoh perburuhan untuk terlibat langsung dalam merumuskan kebijakan negara. Ini adalah langkah maju bagi demokrasi industrial dan hubungan industrial di Indonesia,” ujar Abdul Gofur.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa gerakan buruh selama ini memiliki peran strategis dalam menopang pembangunan ekonomi nasional. Karena itu, keterlibatan figur yang memahami langsung persoalan ketenagakerjaan dinilai dapat memperkuat kebijakan pemerintah, khususnya dalam aspek perlindungan pekerja, peningkatan kesejahteraan, penciptaan lapangan kerja berkualitas, serta penguatan jaminan sosial ketenagakerjaan.

FSP ASPEK Indonesia juga berharap, jika Said Iqbal benar-benar dipercaya masuk dalam kabinet, momentum tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperkuat dialog sosial antara pemerintah, pengusaha, dan serikat pekerja dalam kerangka kemitraan yang konstruktif.
“Kaum buruh tidak hanya ingin didengar, tetapi juga dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan yang menyangkut masa depan pekerja Indonesia. Penunjukan tokoh buruh ke dalam kabinet akan menjadi simbol penting bahwa negara hadir dan berpihak pada peningkatan kesejahteraan pekerja,” lanjut Abdul Gofur.
Organisasi tersebut juga menilai bahwa pembangunan ekonomi yang berkeadilan hanya dapat tercapai apabila pertumbuhan ekonomi sejalan dengan peningkatan kesejahteraan pekerja, perlindungan hak-hak normatif, serta terciptanya hubungan industrial yang harmonis.
Sebelumnya, pihak Istana melalui Menteri Sekretaris Negara telah memberikan sinyal bahwa Said Iqbal tengah dipertimbangkan untuk bergabung dalam Kabinet Merah Putih, dengan kemungkinan penugasan di bidang ketenagakerjaan dan isu perburuhan.


