Semangat Guru SMA Muhammadiyah 25 Setiabudi Pamulang Semarakkan MSL 2026

Must Read

JAKARTAMU.COM | Para guru SMA Muhammadiyah 25 Setiabudi Pamulang menunjukkan semangat luar biasa di dalam maupun di luar  kelas. Tak hanya mengajar, mereka pun ikut ambil bagian dalam ajang Muhammadiyah Sunday League (MSL) 2026 di Lapangan Albayyinah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Minggu (19/04/2026).

Sejak dibukanya kompetisi, para guru yang tergabung dalam tim Doscinco FC tampil solid dan penuh semangat, menghadirkan permainan yang kompetitif sekaligus menjunjung tinggi sportivitas. Meski sebagian besar bukan atlet profesional, pertandingan berlangsung seru dan mampu menarik perhatian penonton yang memadati area lapangan.

Kapten tim Doscinco FC, Yudi Munggaran, menegaskan bahwa keikutsertaan timnya bukan semata-mata mengejar kemenangan. “Kami mencari kesenangan sambil bermain sepak bola. Ini juga jadi cara kami menjaga kebugaran di tengah kesibukan mengajar,” ujarnya di sela pertandingan.

Dukungan penuh juga datang dari Kepala SMA Muhammadiyah 25 Setiabudi Pamulang. Ia mengapresiasi inisiatif para guru yang aktif menjaga kesehatan sekaligus membangun kebersamaan di luar lingkungan sekolah. Meskipun MSL tahun ini belum juara, ia mendukung penuh setiap latihan-latihan yang dilakukan oleh para guru. “Giat ini sangat bagus untuk mempererat tali silaturahim dan ukhuwah. Sebuah momen yang berharga untuk unjuk kebolehan, kerjasama tim, sekaligus mensyiarkan nama sekolah,” ungkapnya.

Milad 117 H Muhammadiyah

Muhammadiyah Sunday League tahun ini diikuti oleh 13 tim yang berasal dari berbagai amal usaha Muhammadiyah, Pimpinan ranting, Pimpinan Cabang, hingga Pimpinan Daerah di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Menariknya, kompetisi ini juga terbuka bagi tim di luar warga Muhammadiyah, menjadikannya ruang interaksi yang inklusif dan dinamis.

Ketua panitia penyelenggara, Arif Budianto, menyampaikan bahwa MSL awalnya dirancang sebagai agenda internal warga Muhammadiyah. Namun, tingginya antusiasme mendorong panitia untuk memperluas partisipasi. “Kami berharap Muhammadiyah Sunday League terus berkembang dan mampu melibatkan lebih banyak peserta pada penyelenggaraan berikutnya,” katanya.

Lebih dari sekadar kompetisi, MSL menjadi wadah silaturahmi sekaligus penguatan nilai-nilai kebersamaan, sportivitas, dan kerja sama. Bagi para guru, keikutsertaan ini juga menjadi bentuk keteladanan nyata—bahwa menjaga kesehatan fisik sama pentingnya dengan mengasah intelektualitas.

Penulis: Salman A. Ridwan

ISKI Ingatkan AI Dapat Mengaburkan Informasi, Kepercayaan Publik Terancam

JAKARTAMU.COM | Perkembangan kecerdasan buatan (AI) dinilai membuat batas antara informasi benar dan palsu semakin sulit dibedakan. Kondisi itu...

More Articles Like This