Memaksimalkan Teknologi untuk Meningkatkan Mutu Sekolah

Must Read

JAKARTAMU.COM | Teknologi terus berkembang membantu kehidupan manusia dalam segala aspek kehidupan, tak terkecuali pendidikan, salah satunya kamera CCTV. Keberadaan CCTV kini menjadi bagian penting dalam tata kelola sekolah. Fungsinya tidak lagi terbatas pada keamanan, tetapi juga merambah ke aspek pengawasan proses belajar mengajar. Melalui rekaman yang tersedia, pihak sekolah dapat menelusuri berbagai kejadian secara cepat dan akurat.

“Kalau ada anak bercanda sampai jatuh, insiden kecil, atau bahkan kehilangan uang, kita bisa langsung cek rekaman CCTV,” kata Dr. Rahmawati, S.T., M.Ed., kepala Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik) di bawah Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah di Hotel Trembesi, BSD, Tangerang, Banten, Selasa (21/4/2026).

Pengalaman semacam itu menunjukkan bagaimana teknologi memberi kepastian dalam menangani peristiwa sehari-hari di sekolah. Setiap kejadian memiliki jejak yang bisa diverifikasi, sehingga keputusan yang diambil menjadi lebih objektif.

Pemanfaatan teknologi dalam pendidikan selalu berkaitan dengan dinamika sosial, politik, dan ekonomi, baik di tingkat nasional maupun global. Arus globalisasi mendorong terjadinya pertukaran gagasan dan praktik terbaik antarnegara, termasuk dalam pengelolaan pendidikan. Kebutuhan untuk memahami sistem pendidikan negara lain pun semakin menguat, terutama dalam melihat bagaimana mereka membangun mutu dan disiplin.

Milad 117 H Muhammadiyah
Kepala Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik) Dr. Rahmawati, S.T., M.Ed. (paling kiri). Foto/istimewa

Nah, dalam konteks ini pengalaman Tiongkok layak menjadi salah satu rujukan. Negeri Tirai Bambu itu mengembangkan sistem pengawasan pedagogis yang terintegrasi dengan teknologi. Pengawasan terhadap kualitas pengajaran tidak selalu mengandalkan kunjungan langsung ke kelas, melainkan dapat dilakukan melalui pemantauan rekaman CCTV secara berkala.

Menurut Rahmawati, pendekatan tersebut memungkinkan evaluasi dilakukan secara lebih efisien. Pengawas sekolah tidak harus hadir setiap hari di kelas. Pemantauan dapat dilakukan dari rekaman yang kemudian dianalisis secara berkala, misalnya setiap pekan, untuk menilai kualitas pengajaran.

Pada saat yang sama, Pusmendik juga memfasilitasi pelaksanaan uji kompetensi guru sebagai bagian dari upaya menjaga standar mutu pendidikan. “Pusmendik juga memfasilitasi sekolah-sekolah untuk uji kompetensi guru,” ujar Dr. Rahmawati kepada Jakartamu.com.

Jika ditarik lebih jauh, praktik tersebut tidak lepas dari sejarah panjang sistem pendidikan Tiongkok. Reformasi pendidikan di negara itu mulai bergulir sejak akhir 1970-an, dengan fokus pada pemulihan sistem sekolah, peningkatan status guru, serta penegasan arah dan konsep pendidikan nasional. Perjalanan reformasi itu berlangsung bertahap dan membentuk sistem yang terpusat serta terstruktur.

Dalam konteks kekinian, integrasi teknologi seperti CCTV menjadi salah satu instrumen yang memperkuat sistem tersebut. Pengawasan tidak lagi bergantung sepenuhnya pada kehadiran fisik, melainkan memanfaatkan data dan rekaman sebagai dasar evaluasi.

Di Indonesia, pemanfaatan CCTV di sekolah masih sering dipandang sebagai alat keamanan. Namun, pengalaman dari berbagai negara menunjukkan potensi yang lebih luas. Kamera pengawas dapat berperan dalam menciptakan lingkungan belajar yang tertib, meningkatkan kedisiplinan, serta menyediakan data objektif untuk evaluasi.

Pendekatan yang tepat bisa menempatkan teknologi ini sebagai menjadi bagian dari sistem penjaminan mutu pendidikan. Dia menyimpan informasi penting yang dapat membantu sekolah memahami apa yang benar-benar terjadi di ruang kelas dan lingkungan sekitarnya.

Muhammadiyah Operasikan Dapur Air untuk Korban Kebakaran Kemayoran

JAKARTAMU.COM | Muhammadiyah mulai mengoperasikan layanan dapur air bagi warga terdampak kebakaran besar di kawasan Pasar Jiung, Kebon Kosong,...

More Articles Like This