Setelah Kampus, Rumah Sakit Muhammadiyah Segera Berdiri di Bekasi

Must Read

INDEKS Pembangunan Manusia (IPM) merupakan indikator komposit yang digunakan untuk mengukur capaian pembangunan kualitas hidup. Indeks ini pertama kali diperkenalkan oleh United Nations Development Programme (UNDP) pada tahun 1990 untuk menegaskan pentingnya manusia dan sumber daya yang dimilikinya dalam pembangunan.

IPM tersusun dari tiga dimensi utama: umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, serta standar hidup layak. Dimensi umur panjang dan hidup sehat diukur dari angka harapan hidup saat lahir. Dimensi pengetahuan dihitung melalui rata-rata lama sekolah penduduk usia 25 tahun ke atas dan harapan lama sekolah bagi anak usia 7 tahun. Adapun standar hidup layak diukur dari pengeluaran riil per kapita yang telah disesuaikan.

Kota Bekasi, yang dimekarkan dari Kabupaten Bekasi pada 1996, kini tumbuh menjadi kota termaju kedua di Jawa Barat. Sebagai penyangga Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta, peran Bekasi dalam pembangunan nasional sangat besar. Pertumbuhan yang pesat membuat kota ini memberi kontribusi signifikan terhadap penguatan infrastruktur dan perekonomian. Fasilitas publik yang semakin lengkap serta dukungan transportasi modern menjadikan Bekasi sebagai tujuan utama bagi banyak orang.

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengungkapkan dukungannya terhadap keberadaan Universitas Muhammadiyah Indonesia dan rencana pembangunan Rumah Sakit Muhammadiyah di Bekasi.

Milad 117 H Muhammadiyah

“Alih kelola Unisma menjadi Universitas Muhammadiyah sudah saya ketahui prosesnya sejak masih menjabat Plt Wali Kota pada 2022. Saat itu juga sudah direncanakan pembangunan Rumah Sakit Muhammadiyah di kota ini,” ujarnya dalam acara Pengajian Umum Maulid Nabi SAW PP Muhammadiyah dan alih kelola Unisma Bekasi, Selasa (16/9/2025).

Tri menegaskan bahwa pemerintah kota hadir untuk memberikan kepastian terhadap pelaksanaan belajar-mengajar, pembangunan, serta investasi yang memberi nilai tambah. “Hal ini sejalan dengan visi-misi Muhammadiyah. Kota Bekasi juga sudah bekerja sama dalam bentuk sister city dengan tiga kota, yaitu Xiamen di Tiongkok, Izumisano di Jepang, dan satu kota di Korea Selatan untuk Kabupaten Bekasi. Kerja sama ini bertujuan mempererat persahabatan, membangun saling pengertian, serta kolaborasi dalam bidang ekonomi, budaya, pendidikan, dan teknologi,” jelasnya.

Ia menutup sambutannya dengan optimisme, “IPM Kota Bekasi saat ini berada di peringkat kedua di Jawa Barat. Mudah-mudahan, dengan dukungan Universitas Muhammadiyah, kita bisa meraih posisi terbaik di Jawa Barat.”

FSP ASPEK Indonesia Kecam Pengusaha Media yang Persulit Pesangon Pekerja

JAKARTAMU.COM - Federasi Serikat Pekerja (FSP) ASPEK Indonesia mengecam keras praktik pengusaha media yang diduga mempersulit pembayaran pesangon bagi...

More Articles Like This