Warga Tanah Abang Aksi Damai Tolak Anarkistis di Bundaran HI

Must Read

JAKARTAMU.COM | Warga Tanah Abang menunjukkan sikap berbeda ketika maraknya aksi demonstrasi yang berujung anarkis di sejumlah wilayah Indonesia. Senin (1/9/2025) siang, ratusan warga yang tergabung dalam Rumah Guyub Tanah Abang menggelar aksi damai bertajuk “Tenabang Memanggil, Jaga Jakarta untuk Indonesia” di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, tepatnya di depan Taman Plataran Plaza Indonesia.

Aksi ini diinisiasi oleh berbagai elemen masyarakat Tanah Abang, mulai dari organisasi keagamaan, budaya, kepemudaan, hingga komunitas warga. Mereka menyuarakan komitmen bersama untuk menjaga ketertiban dan menolak segala bentuk kekerasan serta perusakan fasilitas umum.

“Silakan melakukan demontrasi tetapi jangan anarkis, jangan merusak, kami menolak kekerasan, kerusuhan dan kami menolak penjarahan” ujar Ketua Umum Rumah Guyub Tanah Abang Heru Nurnyaman dalam orasinya.

Sebaliknya, warga Tanah Abang menolak tegas aksi-aksi anarkis yang belakangan terjadi, termasuk penjarahan dan perusakan yang dinilai mencederai semangat demokrasi. “Kami tidak ingin Jakarta menjadi korban provokasi. Tanah Abang siap menjaga keamanan dan ketertiban,” lanjutnya.

Milad 117 H Muhammadiyah

Aksi damai ini diwarnai orasi dari lintas organisasi masyarakat, di antaranya Betawi Fisabilillah, Pengurus MWCNU Tanah Abang, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Tanah Abang 1, Forum RT/RW/LMK, Korwil Jakmania Tanah Abang, perwakilan emak-emak Tanah Abang, serta tokoh-tokoh lokal lainnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Tanah Abang beserta jajaran, para lurah se-Kecamatan Tanah Abang, unsur Polsek dan Koramil 05 Tanah Abang, serta Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) tingkat kecamatan dan kelurahan.

Tokoh muda Tanah Abang, H. Guruh Tirta Lunggana, turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya aksi tersebut. Menurutnya, gerakan ini mencerminkan semangat warga yang tidak hanya peduli, tetapi juga berani mengambil sikap di tengah situasi politik yang memanas.

“Aksi damai ‘Tenabang Memanggil, Jaga Jakarta untuk Indonesia’ ini bukan sekadar simbol, tapi bukti bahwa warga Tanah Abang punya hati dan nyali untuk menjaga Jakarta. Saya bangga melihat lintas ormas, pemuda, emak-emak, dan tokoh agama bersatu tanpa sekat. Ini bukan gerakan reaktif, tapi gerakan reflektif, bahwa aspirasi bisa lantang tanpa harus merusak. Tanah Abang hari ini menunjukkan bahwa keberanian sejati adalah menjaga, bukan menghancurkan,” ujar Guruh kepada Jakartamu.com.

Senada dengan itu, Yusuf Maulana dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah Tanah Abang 1 menekankan pentingnya menjaga etika dalam menyampaikan aspirasi. Ia mengingatkan bahwa kebebasan berekspresi harus tetap berada dalam koridor hukum dan moral.

“Penyampaian aspirasi memang sangat dibutuhkan sebagai fungsi kontrol rakyat kepada pemerintah. Tapi dalam penyampaian aspirasi harus terkontrol, jangan mudah terprovokasi,” ujar Yusuf dalam orasinya.

Aksi yang dimulai pukul 13.00 WIB berlangsung tertib hingga selesai, tanpa insiden. Para peserta membawa spanduk bertuliskan pesan damai dan menjaga Jakarta dari provokasi. Di tengah riuhnya situasi nasional, suara warga Tanah Abang menjadi pengingat bahwa aspirasi bisa disampaikan tanpa kekerasan. (*)

ISKI Ingatkan AI Dapat Mengaburkan Informasi, Kepercayaan Publik Terancam

JAKARTAMU.COM | Perkembangan kecerdasan buatan (AI) dinilai membuat batas antara informasi benar dan palsu semakin sulit dibedakan. Kondisi itu...

More Articles Like This