JAKARTAMU.COM – Pengembangan sumber daya manusia (SDM) berbasis kompetensi futuristik dinilai menjadi agenda strategis yang perlu dipercepat oleh satuan pendidikan dan perguruan tinggi di Indonesia. Upaya tersebut dianggap penting untuk menyiapkan generasi muda menghadapi perkembangan teknologi, dinamika pasar kerja global, serta memanfaatkan peluang bonus demografi.
Pandangan tersebut mengemuka dalam webinar nasional bertajuk “Future Ready Human Capital: Arah Strategis Pengembangan SDM Indonesia Berbasis Kompetensi Futuristik Melalui Satuan Pendidikan dan Perguruan Tinggi” yang diselenggarakan secara daring pada Sabtu (6/6/2026).
Kegiatan yang digagas Tenri Abeng University (TAU), Generasi Cerdas Indonesia (GCI), dan Dinas Pendidikan Jakarta itu menghadirkan akademisi, praktisi manajemen, serta pemerhati pendidikan. Forum tersebut membahas langkah-langkah strategis dalam mempersiapkan generasi Indonesia agar mampu beradaptasi dengan perubahan zaman dan kebutuhan dunia kerja masa depan.
Direktur GCI, Muhamad Ramadhona, menilai Indonesia saat ini berada pada momentum penting dalam pembangunan kualitas SDM. “Perguruan tinggi dan satuan pendidikan harus mulai bertransformasi dari sekadar transfer pengetahuan menjadi pusat pengembangan kompetensi masa depan. Kita harus menyiapkan generasi yang adaptif, inovatif, dan mampu menciptakan nilai tambah di tengah perubahan yang sangat cepat,” ujarnya.

Dalam paparannya, Ramadhona menjelaskan empat kompetensi futuristik yang perlu menjadi perhatian utama dalam sistem pendidikan. Pertama, digital skills yang mencakup literasi digital, keamanan siber, analisis data, hingga pemahaman dasar kecerdasan buatan. Kedua, advanced technical skills berupa keterampilan teknis spesialis di bidang rekayasa, kesehatan, agritech, desain, dan pengembangan produk.
Selain itu, pendidikan juga perlu memperkuat human skills seperti kemampuan komunikasi, kolaborasi, kepemimpinan, kecerdasan emosional, serta berpikir kritis. Kompetensi lainnya adalah entrepreneurial skills yang meliputi kreativitas, keberanian mengambil risiko, literasi keuangan, dan kemampuan menciptakan peluang usaha baru.
Menurut Ramadhona, bonus demografi hanya dapat menjadi keuntungan apabila dibarengi dengan peningkatan kualitas SDM yang sesuai dengan kebutuhan masa depan. Melalui webinar tersebut, para peserta menegaskan bahwa investasi terbesar dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 tidak hanya terletak pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada pembangunan manusia yang kompeten, adaptif, dan memiliki daya saing global.


