Puisi: Menggantungkan Hati Hanya kepada-Nya

Must Read

Oleh: Dwi Taufan Hidayat

Wahai saudaraku, jangan bermiskin hati,
Saat langit gelap tak memberi arti.
Allah Maha Kaya, pencipta sejati,
Hanya pada-Nya segala harapan bertepi.

Jangan pula kau berkecil hati,
Sebab Allah Maha Besar, Maha Meliputi.
Segala yang terjadi di muka bumi,
Berjalan atas takdir-Nya yang hakiki.

Jika Dia menolong, tiada yang menentang,
Jika Dia meninggalkan, tiada daya tuk berjuang.
Pada-Nya kita bersandar, tempat perlindungan,
Yang Maha Mengetahui tiap rencana kehidupan.

Milad 117 H Muhammadiyah

Wahai saudaraku, jangan menggantungkan diri,
Pada makhluk yang fana dan lemah hati.
Mereka hanya pinjaman, rapuh adanya,
Hanya Allah yang sejati, tempat semua bermuara.

Apakah daun gugur tanpa seizin-Nya?
Apakah benih tumbuh tanpa kehendak-Nya?
Lauh Mahfudz telah mencatat semuanya,
Tiada yang tersembunyi dari pandangan-Nya.

Berusahalah, sampai detik terakhir perjuangan,
Namun serahkan hasil pada kebijaksanaan.
Ingatlah, kemenangan bukan milik kekuatan,
Melainkan karunia-Nya, Sang Pemilik Keabadian.

Munajatlah dalam doa yang paling syahdu,
“Ya Allah, hidupkan aku jika itu baik bagiku.
Namun jika kematian lebih membawa restu,
Ambillah aku dalam naungan ridha-Mu.”

Cukuplah Allah menjadi penolong jiwa,
Tiada Tuhan selain Dia, tak ada yang menyama.
Pada-Nya hati bertawakal, sepenuh asa,
Dia Pemilik ‘Arsy, Maha Agung, Maha Kuasa.

Wahai saudaraku, janganlah ragu,
Hidup dan mati hanyalah titah dari-Nya.
Bersujudlah, rendahkan hatimu di hadapan-Nya,
Sebab Dia adalah Sebaik-baik Pelindung kita.

ISKI Ingatkan AI Dapat Mengaburkan Informasi, Kepercayaan Publik Terancam

JAKARTAMU.COM | Perkembangan kecerdasan buatan (AI) dinilai membuat batas antara informasi benar dan palsu semakin sulit dibedakan. Kondisi itu...

More Articles Like This