JAKARTAMU.COM | Kompleks Rumah Sakit Indonesia di Beit Lahia, Gaza Utara, yang bertahun-tahun berdiri sebagai monumen diplomasi kemanusiaan rakyat Indonesia, kembali menjadi sorotan dunia. Sebuah rekaman visual menunjukkan tentara Israel (IDF) telah menduduki fasilitas tersebut dan membentangkan spanduk bertuliskan “Rising Lion” di salah satu sudut bangunannya.
Tindakan ini bukan sekadar aktivitas militer biasa, melainkan sebuah pesan simbolis yang menyakitkan bagi misi kemanusiaan. Spanduk bertajuk “Rising Lion” atau “Singa yang Bangkit” tersebut diduga merujuk pada identitas unit militer Israel yang tengah beroperasi di wilayah tersebut. Pemandangan ini kontras dengan tujuan awal berdirinya bangunan itu: sebagai tempat penyembuhan dan perlindungan bagi warga sipil di tengah kecamuk konflik.
Sejak eskalasi konflik meningkat, Rumah Sakit Indonesia telah mengalami kerusakan berat akibat rentetan serangan udara dan blokade yang melumpuhkan operasionalnya. Fasilitas kesehatan yang dibangun dari donasi masyarakat Indonesia melalui lembaga MER-C ini telah kehilangan fungsinya sebagai garda terdepan layanan medis bagi warga Gaza Utara.
Indonesia Protes Keras
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri melayangkan protes keras terhadap tindakan militer Israel (IDF) ini. Tindakan tersebut dinilai bukan hanya sebagai pelanggaran hukum internasional, melainkan juga bentuk penodaan terhadap simbol solidaritas kemanusiaan yang dibangun dari keringat dan doa rakyat Indonesia.
”Indonesia mengecam keras pendudukan dan penggunaan Rumah Sakit Indonesia oleh militer Israel. Fasilitas kesehatan adalah zona netral yang seharusnya dilindungi dalam kondisi apa pun,” demikian pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri RI, Kamis (23/4/2026).
Kehadiran aktif personel militer Israel dan pemasangan atribut kesatuan di dalam atau di atas gedung rumah sakit memicu kritik tajam terkait penghormatan terhadap hukum humaniter internasional. Berdasarkan Konvensi Jenewa, fasilitas medis steril dari aktivitas militer guna menjamin keselamatan pasien dan tenaga medis.
Namun, realitas di lapangan menunjukkan hal berbeda. Pendudukan RS Indonesia oleh pasukan IDF menambah daftar panjang fasilitas publik di Gaza yang beralih fungsi menjadi basis operasional militer. Bagi pemerintah dan rakyat Indonesia, pemandangan spanduk militer di bangunan yang menyandang nama “Indonesia” tersebut menjadi luka diplomasi yang mendalam.
Bagi masyarakat di Tanah Air, RS Indonesia adalah simbol persaudaraan dan solidaritas tanpa batas. Pemasangan atribut militer di sana seolah mengonfirmasi bahwa ruang-ruang yang semestinya digunakan untuk menyelamatkan nyawa kini telah sepenuhnya dikuasai oleh kekuatan senjata.
Situasi di Gaza Utara saat ini dilaporkan semakin mencekam. Akses bantuan kemanusiaan yang terbatas dan hancurnya infrastruktur kesehatan membuat warga sipil kian terjepit. Hingga saat ini, pihak otoritas di Jakarta terus memantau perkembangan situasi, sembari menyerukan penghentian kekerasan dan penghormatan terhadap fasilitas-fasilitas kemanusiaan yang dilindungi oleh hukum internasional.


