​PBB Kecam Tentara Israel Pamerkan Penghancuran Patung Yesus 

Must Read

JAKARTAMU.COM | ​Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengecam keras tindakan seorang tentara Israel memamerkan aksinya menghancurkan sebuah patung Yesus Kristus di Lebanon Selatan. Aksi yang juga memicu gelombang kecaman luas dunia ini dianggap penghinaan terhadap simbol keagamaan.

​Juru bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stéphane Dujarric, dalam konferensi pers di New York, Rabu (22/4/2026) malam waktu setempat, menyebut insiden tersebut sebagai sesuatu yang “mengejutkan”. Pernyataan resmi ini muncul setelah sebuah video beredar luas sejak Minggu lalu, memperlihatkan seorang prajurit menggunakan kapak untuk menghancurkan patung Yesus di kota Dibil, Lebanon selatan.

​”Pernyataan kami tegas: penghancuran simbol-simbol agama dan tempat ibadah sama sekali tidak dapat diterima, terlepas dari agama apa pun itu,” ujar Dujarric menanggapi pertanyaan wartawan mengenai insiden tersebut.

​Meskipun laporan menyebutkan bahwa militer Israel telah mengambil tindakan disipliner cepat terhadap prajurit yang terlibat, langkah tersebut tidak sepenuhnya meredakan ketegangan diplomatik dan kemanusiaan.

Standar Ganda

Isu ini juga memicu perdebatan mengenai konsistensi sikap internasional dan Pemerintah Israel. Dalam sesi tanya jawab tersebut, muncul pertanyaan kritis yang membandingkan kecepatan permintaan maaf Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam kasus patung di Lebanon dengan kehancuran masif di Jalur Gaza.

​Hingga saat ini, laporan lapangan menunjukkan hampir seribu masjid dan sejumlah gereja bersejarah di Gaza telah hancur akibat serangan udara dan operasi militer Israel selama konflik berlangsung. Menanggapi perbandingan ini, Dujarric menegaskan kembali prinsip universal PBB bahwa setiap situs suci harus dilindungi tanpa terkecuali.

​Insiden di Dibil ini menambah daftar panjang ketegangan di wilayah perbatasan Lebanon selatan, di mana gesekan militer tidak hanya berdampak pada jatuhnya korban jiwa, tetapi juga mulai menyentuh sensitivitas sosiokultural dan religius masyarakat setempat.

​Sejumlah tokoh agama dan politik di Lebanon pun telah mengeluarkan pernyataan senada, memperingatkan bahwa tindakan vandalisme terhadap simbol suci hanya akan memperkeruh eskalasi konflik di Timur Tengah yang kian rapuh.

Netanyahu Anggap Trump Angin Lalu, Apa Gunanya Iran Berunding dengan AS?

ISRAEL kembali menyerang Iran. Serangan terbaru yang terjadi hanya beberapa saat setelah Donald Trump meminta Benjamin Netanyahu menahan diri...

More Articles Like This