Babad Sepehi

Babad Sepehi (9): Kabar dari Watu Gilang

ANGIN barat membawa aroma tanah basah saat seorang penunggang kuda berhenti di dekat reruntuhan Watu Gilang—sebuah situs kuno yang dipercaya menyimpan jejak-jejak sakral kekuasaan raja-raja Mataram. Di tempat itulah dulu Sultan Agung pernah bertapa sebelum menggempur Batavia. Kini, tempat...

Babad Sepehi (8): Intrik di Balik Tembok Keraton

ANGIN dari arah selatan membawa bau anyir pagi hari yang mencurigakan. Di balik tembok keraton, tepatnya di ruang tamu kecil dekat pendapa Manguntur Tangkil, suasana terasa lebih dingin daripada biasanya. Sultan HB II duduk dengan raut yang sukar dibaca,...

Babad Sepehi (7): Kanjeng Lintang dan Panah dari Kauman

KAUMAN, pagi itu, seolah menyembunyikan denyut yang tak bisa ditebak dari luar. Suara kentongan subuh belum lama reda, namun gang-gang sempit sudah dipenuhi aroma wedang jahe dan bunyi lesung menumbuk beras. Di antara para ibu yang sibuk menyiapkan sarapan,...

Babad Sepehi (6): Pasamuan Rahasia di Watu Gilang

WATU Gilang tak pernah setenar Tamansari atau Gedhong Kuning, tapi para pemuda yang berani bersumpah dengan darah tahu: batu itu adalah saksi abadi. Dulu, konon, batu itu dipakai sebagai alas penobatan raja. Kini, ia menjadi tempat pengucapan ikrar perlawanan...

Babad Sepehi (5): Lontar yang Tak Selesai dari Jayengratna

JAYENGRATNA duduk di bawah lampu minyak yang berkedip. Tangannya gemetar, tapi bukan karena usia. Dalam jiwanya, badai mengamuk. Ia bukan prajurit. Ia bukan dalang. Tapi ia penulis yang tahu bahwa kata-kata bisa lebih tajam dari keris yang terhunus. Malam itu...

Babad Sepehi (4): Dalang-dalang Bayangan dari Baluwarti

DARI luar, Keraton Yogyakarta terlihat tenang. Abdi dalem tetap berjalan melingkar membawa canang, gamelan masih berbunyi walau tak secerah dulu, dan para prajurit berdiri gagah di bawah payung kebesaran. Namun di balik tembok-tembok tebal Baluwarti, nadi kekuasaan berdenyut dengan...

Babad Sepehi (3): Api Dalam Sekam di Timur Imogiri

BAYANGAN gunung dan kabut yang melingkupi kaki Imogiri tak mampu menutupi bara yang perlahan membesar di tengah diam. Di sisi timur kompleks makam raja-raja Mataram itu, di antara kebun salak dan hutan jati yang mengering, berkumpul sekelompok laki-laki bersarung...

Babad Sepehi (2): Sang Raja Baru dan Bayangan Pengkhianatan

FAJAR belum sempurna merekah ketika suara sorak tentara Sepehi dan dentang kemenangan terdengar dari arah Bangsal Pagelaran. Udara masih bau abu dan mayat. Namun di antara reruntuhan dan kepedihan yang mengendap, satu prosesi dijalankan dengan tergesa. Sultan Raja, yang...

Babad Sepehi (1): Runtuhnya Kemegahan Keraton Jogja

SORE itu, langit mendung menggantung di atas puncak Tugu Pal Putih, dan bayang-bayang panjang menggeliat di halaman Alun-alun Lor. Suara meriam terdengar dari kejauhan, mengguncang perut bumi dan mengguncang hati siapa pun yang masih tinggal di dalam tembok Keraton...

Babad Sepehi, Sejarah Berdarah Keraton Jogja

TEMBOK megah Keraton Jogja menyimpan jejak sejarah berdarah. Geger Sepehi, serangan militer Inggris menandai awal dari pengkhianatan, pengasingan, dan pergulatan batin yang meretakkan jantung kekuasaan Jawa. Sultan Sepuh dilucuti martabatnya. Pangeran Mangkudiningrat, putra harapan, dijebloskan ke bui dan dibuang bersama...

Latest News

ISKI Ingatkan AI Dapat Mengaburkan Informasi, Kepercayaan Publik Terancam

JAKARTAMU.COM | Perkembangan kecerdasan buatan (AI) dinilai membuat batas antara informasi benar dan palsu semakin sulit dibedakan. Kondisi itu...