cerita bersambung

Pagar Laut yang Terlupakan (17): Perangkap di Dermaga

RIFKI dan Tegar tiba di dekat dermaga saat langit masih kelabu ketika. Mereka bersembunyi di balik tumpukan peti kayu yang mulai lapuk, mengamati gudang tua yang mereka yakini sebagai tempat Hasan ditahan. Di depan gudang, dua pria bersenjata berjaga. Rifki...

Pagar Laut yang Terlupakan (16): Kebenaran yang Terlambat

LANGIT mulai memerah di ufuk timur ketika Rifki, Tegar, dan Budi masih berlindung di balik bebatuan di tepi pantai. Suara tembakan yang sebelumnya bersahutan kini mulai mereda, hanya menyisakan deburan ombak yang menyapu pasir dengan irama monoton. "Kita harus segera...

Pagar Laut yang Terlupakan (15): Pengkhianatan di Ambang Pintu

LANGIT malam di atas desa tampak lebih kelam dari biasanya. Angin laut bertiup kencang, membawa aroma asin yang bercampur dengan ketegangan yang menggantung di udara. Rifki, Tegar, dan Hasan berjalan cepat di jalan setapak yang mengarah ke rumah Budi...

Pagar Laut yang Terlupakan (14): Musuh dalam Selimut

DI sudut rumah kayu yang diterangi cahaya redup, Rifki, Hasan, dan Tegar masih duduk mengelilingi Budi Santoso. Kertas-kertas catatan yang diberikan Budi berserakan di hadapan mereka, berisi daftar nama, tanggal, dan modus operandi yang digunakan untuk mengambil alih tanah...

Pagar Laut yang Terlupakan (13): Jejak di Balik Tirai

MALAM itu, rumah Pak Dahlan masih diterangi lampu minyak. Beberapa warga duduk bersila di lantai, sebagian bersandar di dinding, mengusap wajah mereka yang masih terasa perih akibat gas air mata. Suasana masih tegang. Kekacauan siang tadi telah mengubah segalanya. "Kita...

Pagar Laut yang Terlupakan (12): Api dalam Sekam

RIFKI berdiri tegak di tengah kerumunan, napasnya masih tersengal usai berlari dari motor yang mengantarkannya ke desa. Warga yang semula nyaris terpancing provokasi kini mulai tenang, menyadari bahwa ada yang berusaha mengadu domba mereka. Di seberang, Heru tampak menggertakkan giginya....

Pagar Laut yang Terlupakan (11): Matahari di Ujung Fajar

FAJAR merayap perlahan di ufuk timur. Cahaya samar mulai mengusir kegelapan yang menyelimuti desa pesisir itu. Di sepanjang jalan utama desa, puluhan warga sudah berkumpul. Mereka duduk bersila di atas tanah, berhadap-hadapan dengan barisan alat berat yang tertahan di...

Pagar Laut yang Terlupakan (10): Bara yang Tak Padam

PAGI itu, angin laut bertiup kencang, membawa aroma asin yang tajam. Di tepi desa, rumah-rumah yang telah rata dengan tanah masih menyisakan puing-puing berserakan. Sisa kebakaran semalam meninggalkan bekas hitam di beberapa dinding yang masih berdiri. Namun di balik...

Pagar Laut yang Terlupakan (9): Gelombang Perlawanan

REKAMAN yang berhasil diunggah Rifki menjadi senjata yang tak terduga bagi warga. Dalam hitungan jam, video tersebut menyebar luas. Potongan adegan pria-pria berbaju hitam menyerang warga, asap yang mengepul, dan wajah Arief yang terekam jelas memberikan gambaran nyata tentang...

Pagar Laut yang Terlupakan (8): Bayang-Bayang Teror

FAJAR menyingsing dengan getir di desa yang mulai dicekam ketakutan. Setelah kejadian semalam, semua orang tahu bahwa perlawanan ini tak lagi sekadar adu argumen atau negosiasi yang sia-sia. Mereka sedang berhadapan dengan musuh yang tak segan-segan memakai kekerasan untuk...

Latest News

Perkuat Dakwah Urban, Muhammadiyah Jakarta Selatan Bangun Sinergi Strategis

JAKARTAMU.COM | Kolaborasi antarcabang dalam struktur organisasi menjadi kunci penting untuk memperluas dampak sosial dan keagamaan bagi masyarakat. Semangat...