cerita bersambung

Babad Sepehi (17): Rencana dalam Bayang-Bayang

MALAM itu, dalam keheningan yang menyesakkan, para tokoh perlawanan berkumpul di sebuah rumah tersembunyi di tepian Sungai Winongo. Lampu minyak yang redup menerangi wajah-wajah penuh tekad dan kecemasan. Di antara mereka, Jatmiko memimpin rapat kecil itu dengan suara yang...

Babad Sepehi (16): Bayang-Bayang Kesetiaan

DI balik dinginnya Pulau Penang, bayang-bayang kesetiaan pada tanah kelahiran terus membayangi hati Pangeran Mangkudiningrat dan Sultan Sepuh. Mereka tahu, meski terpisah oleh jarak dan waktu, ikatan darah dan tanggung jawab kepada rakyat tidak pernah pudar. Sementara itu, di Jogja,...

Babad Sepehi (15): Jejak Langkah Pangeran Terbuang

PENGASINGAN ke Pulau Penang membawa suasana asing yang dingin bagi Pangeran Mangkudiningrat dan Sultan Sepuh. Jauh dari tanah leluhur, mereka harus menata ulang hidup di negeri yang asing, penuh ketidakpastian dan rasa kehilangan. Pulau Penang yang ramai dengan aktivitas pelabuhan...

Babad Sepehi (14): Simpul Perlawanan Terurai

KABAR penangkapan dan pengasingan Sultan Sepuh bersama Pangeran Mangkudiningrat menyebar bak api di tengah masyarakat Jogja. Suara duka dan kemarahan mulai terdengar dari berbagai sudut kota, terutama di kalangan rakyat biasa dan kalangan bangsawan yang masih setia pada Sultan...

Babad Sepehi (12): Jejak Luka di Jalan Sunyi

MALAM itu, jalanan sempit di kampung Kauman dan Pecinan dipenuhi keheningan yang menyiksa. Hanya terdengar suara langkah kaki yang tergesa-gesa dan bisik-bisik penuh ketegangan. Para pemuda perlawanan menyusuri lorong-lorong gelap, menghindari patroli Inggris yang semakin intensif. Jatmiko memimpin rombongan kecil...

Babad Sepehi (11): Bayang-Bayang di Balik Tirai

DI balik megahnya tirai sutra dan hiasan emas di ruang singgasana Keraton Jogja yang kini dikuasai Inggris, sebuah rahasia mulai merayap pelan. Bayang-bayang yang tak terlihat oleh banyak orang, namun keberadaannya sangat menentukan nasib kerajaan. Sri Sultan Hamengku Buwana III,...

Babad Sepehi (10): Api dalam Tembikar Senyap

SUASANA di balik dinding tembok keraton yang kini kosong dan sunyi, terasa berat dan penuh misteri. Di dalam sebuah rumah sederhana di kampung Kauman, seorang perempuan tua duduk termenung sambil memegang tembikar tua berwarna coklat kemerahan. Tembikar itu bukan...

Babad Sepehi (9): Kabar dari Watu Gilang

ANGIN barat membawa aroma tanah basah saat seorang penunggang kuda berhenti di dekat reruntuhan Watu Gilang—sebuah situs kuno yang dipercaya menyimpan jejak-jejak sakral kekuasaan raja-raja Mataram. Di tempat itulah dulu Sultan Agung pernah bertapa sebelum menggempur Batavia. Kini, tempat...

Babad Sepehi (8): Intrik di Balik Tembok Keraton

ANGIN dari arah selatan membawa bau anyir pagi hari yang mencurigakan. Di balik tembok keraton, tepatnya di ruang tamu kecil dekat pendapa Manguntur Tangkil, suasana terasa lebih dingin daripada biasanya. Sultan HB II duduk dengan raut yang sukar dibaca,...

Babad Sepehi (7): Kanjeng Lintang dan Panah dari Kauman

KAUMAN, pagi itu, seolah menyembunyikan denyut yang tak bisa ditebak dari luar. Suara kentongan subuh belum lama reda, namun gang-gang sempit sudah dipenuhi aroma wedang jahe dan bunyi lesung menumbuk beras. Di antara para ibu yang sibuk menyiapkan sarapan,...

Latest News

ISKI Ingatkan AI Dapat Mengaburkan Informasi, Kepercayaan Publik Terancam

JAKARTAMU.COM | Perkembangan kecerdasan buatan (AI) dinilai membuat batas antara informasi benar dan palsu semakin sulit dibedakan. Kondisi itu...